Matahari Nusantara Tak Seindah Namanya
“Menjadi seorang guru
adalah suatu profesi yang mudah” seringkali kalimat tersebut terdengar. “Apabila
peserta didik libur gurupun juga libur” tak jarang juga terdengar kalimat tersebut.
Apalagi di zaman pandemi virus COVID-19 saat ini yang melarang adanya kegiatan
pembelajaran di kelas, tidak sedikit orang menganggap guru hanya memakan gaji
buta karena mengajar di rumah bisa sambil rebahan. Tetapi kenyataannya guru
merupakan pekerjaan yang sangat sulit, perlunya ketekunan, kesabaran, untuk
profesi ini, karena tidak mudah untuk menjadi seorang guru yang dapat mengerti
keadaan peserta didiknya yang sangat banyak, guru merupakan fasilisator dan
motivator untuk peserta didiknya agar dapat memenuhi tujuan pembelajaran yang
diinginkan. Membimbing untuk membentuk manusia yang bejiwa pancasila, mempunyai
kejujuran, profesional dalam mengaplikasikan kurikulum sesuai dengan kebutuhan
peserta didik, perlunya komunikasi untuk mendapatkan informasi mengenai peserta
didiknya, membentuk suasana yang nyaman ketika kegiatan pembelajaran, menjalin
hubungan dengan masyarakat serta sesama guru untuk meningkatkan mutu profesinya,
serta menilai peserta didik, untuk mengetahui kegiatan pembelajaran yang selama
dilakukan sudah berhasil atau tidak. Masalah-masalah itu sangat sulit sekali
jika dilakukan secara online. Maka dari itu guru memiliki tanggung jawab besar
untuk bangsa kita kedepannya. Hanya sedikit orang yang mengingat jasa dari
seorang guru, kebanyakan peserta didik yang pintar atau berhasil akan ditanya “siapa
orang tuanya?” dan apabila suatu murid tidak pintar maka akan di tanya juga
“siapa gurunya?” karena pertanyaan ini profesi guru akan disalahkan jika
peserta didik tidak mampu memahami materi, padahal sangat diperlukan untuk
kerja sama antara guru dan lingkungan. Karena guru tidak hanya mempunyai
tanggung jawab di sekolah melainkan tanggung jawabnya di rumah, dan
lingkungannya.
Oleh karena itu janganlah meremehkan pekerjaan dari seorang guru dengan menyebutkan kalimat yang menunjukan bahwa guru adalah profesi yang mudah, jika suatu kelas terdapat satu murid saja yang tidak paham maka itu bukan kesalahan gurunya dan apabila suatu kelas hanya satu bahkan dua orang murid yang bisa maka itu adalah kesalahn gurunya. Seorang guru tidak akan menunjukan bagaimana susahnya menjadi seorang guru ke peserta didiknya. Seorang guru pasti hanya membagikan kebahagiaanya untuk peserta didiknya saja. Maka dari itu hargailah dan hormati seorang guru karena guru adalah pekerjaan yang sangat mulia serta berpengaruh bagi bangsa kita kedepannya.
Sumber :
Hajaroh, S & Adawiyah, R. 2018. Kesulitan Guru dalam Mengimplementasikan Penilaian Auntetik. Jurnal Jurusan PGMI, 20(2), 131‾ 152
PGRI Kabupaten Gunung Kidul. Kode Etik Guru Indonesia. 2009. https://pgrigk.wordpress.com/visi-misi/kode-etik-guru-indonesia/
Komentar
Posting Komentar